Jumat, 30 Maret 2012

BIOGRAFI AYU SUTARTO




Biografi Ayu Sutarto


Prof. Dr. Sutarto, M.A. atau yang terkenal dengan nama Ayu Sutarto lahir pada tanggal 21 September 1949 di Pacitan. Ia menikah dengan Suprapti dan dikarunia empat orang anak. Yang pertama bernama Rah Pandanwangi, Rah Lintang Sekarlangit, Ken Shakuntala Janur Rahita, dan anak yang terakhir bernama Ken Melati Mundingsari. Ayu Sutarto bersama keluarganya tinggal di rumah sederhana, namun kaya akan bungga di sekelilingnya, tepatnya beralamat di Jln. Sumatra VI no. 35, Sumbersari, Jember, Jawa Timur.

Riwayat pendidikan Ayu Sutarto, lulus dari SDN Purwosari 1, Kebunagung, Pacitan, pada tahun 1963. Dilanjutkan ke SLTPN 1 Pacitan, lulus pada tahun 1966, dan melanjutkan ke SMAN 1 Pacitan, lulus pada tahun 1969. Ayu Sutarto melanjutkan kejenjang lebih tinggi yaitu menyelesaikan sarjana mudanya (B.A.) di Fakultas Sastra dan Kebudayaan jurusan Sastra Inggris UGM lulus pada tahun 1972. Tahun 1975 ia diangkat menjadi asisten dosen di jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Unej. Gelar kesarjanaannya (Drs.) ia peroleh setelah menyelesaikan studinya di Unej pada tahun 1979. Kemudian ia melanjutkan program pascasarjananya (M.A.) dengan memilih kajian wilayah Amerika di UI dengan predikat mahasiswa lulusan tercepat pada tahun 1986. Ayu Sutarto memperoleh beasiswa ILDEP pada tahun 1993 untuk studi dan melakukan riset di Universitas Leiden Netherland. Di negera Belanda itu, ia selain studi juga menjadi seorang pengajar Bahasa Jawa kepada orang-orang Suriname yang bermukim di Rotterdam melalui perkumpulan Sido Moeljo, di daerah Stiching Setasan, Rotterdam, Netherland. Tepat pada tahun 1997, Ayu Sutarto menyelesaikan program doktornya (Dr.) di UI dalam bidang kajian sastra lisan (folklor lisan) dengan predikat cumlaude.

Penghargaan yang diperoleh Ayu Sutarto, di tahun 1997 hasil penelitiannya tentang orang Tengger meraih juara pertama dalam pemilihan naskah bidang humaniora yang diselenggarakan oleh PT Balai Pustaka Jakarta. Selain itu Ayu Sutarto pernah memperoleh penghargaan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun pada tahun 1999, Anugerah Seni dari Gubernur Jawa Timur (2004), Dosen Berprestasi Peringkat Pertama Universitas Jember (2004), Dosen Berprestasi Tingkat Nasional (2004), dan Award PWI Cabang Jember (2007).

Ayu Sutarto menekuni dunia tulis menulis sejak berada di bangku SLTP. Hasil tulisannya diantaranya, puisi, cerpen dan artikel-artikel tentang kebudayaan. Ia juga pernah menjadi seorang redaktur budaya mingguan Eksponen Yogyakarta (1972-1975), dan beberapa cerpennya juga dimuat di beberapa media cetak yang ada di kota Yogyakarta. Di tahun itu pula, novel perdananya yang berjudul Sejuta Duka dalam Sejuta Rindu dipublikasikan oleh mingguan Eksponen Yogyakarta secara bersambung. Karena kesibukan, di penghujung tahun 1997 Ayu Sutarto berhenti menulis fiksi. Hingga di tahun 2000 ia mulai menulis fiksi kembali, atas motivasi dari Prof. Budi Darma. Tidak tanggung-tanggung, Ayu Sutarto langsung dapat menghasilkan novel trilogi. Bagian pertama berjudul Dua Hati Menuju Matahari, bagian kedua Mengejar Matahari Pagi, dan yang terakhir berjudul Matahariku Mutiaraku. Ketiga novel tersebut pada tahun 2001-2002 dimuat secara bersambung di harian Surya Surabaya.

Karya-karya Ayu Sutarto diterbitkan oleh berbagai media masa, penerbit, dan beberapa lembaga. Di antaranya penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, Badan Penerbit Buku Unej, FSUI Jakarta, Balai Pustaka, ASEAN COCI, Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Kompyawisda Jatim, beserta penerbit independen lainnya.  

Selain bekerja sebagai dosen Sastra Inggris di Fakultas Sastra Unej, ia juga aktif diberbagai kegiatan organisasi profesi dan LSM. Di antaranya, ketua Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia komisariat Jember, ketua Kelompok Budaya dan Wisata Daerah Jawa Timur, ketua Yayasan Untukmu Si Kecil (organisasi yang bertujuan memberdayakan akar rumput), anggota Asosiasi Studi Amerika (ASA) di Indonesia, anggota Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia, anggota Keluarga Alumni UGM (KAGAMA), anggota Ikatan Alumni Mahasiswa Unej, anggota Ikatan Lulusan UI (ILUNI), anggota Masyarakat Persaskahan Nusantara (MANNASA), anggota Kelompok Kerja Publikasi Festival Tradisional Negara ASEAN.

Ayu Sutarto juga sering menjadi pembicara (narasumber) di berbagai seminar baik di tingkat nasional ataupun internasional. Adapun tugas-tugas Ayu Sutarto mewakili negara Indonesia adalah sebagai berikut, (1) delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN: COCI on Publication on ASEAN Traditional Festivals, di Hanoi, Vietnam (1998 dan 2000), (2) delegasi Indonesia dalam Sidang ASEAN: COCI Experts Meeting on Perspective in Southeast Asian Humanities, di Manila, Philipina (2001), (3) delegasi Indonesia dalam Sidang MASTERA dan Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia dalam Preparatory Meeting The ASEAN Cultural Heritage Documentaries (Phase III) Water: A Unifying Force in ASEAN, di Manila, Philipina (2007), (4) delegasi Indonesia dalam Sidang Ke-13 dan Seminar Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA) di Jakarta (2008), (5) delegasi Indonesia dalam The Third ASEM Culture Ministers Meeting di Kuala Lumpur, Malaysia (2008), (6) delegasi Indonesia dalam Sidang Ke-14 di Brunai Darussalam (2008), (7) delegasi Indonesia dalam Humour in ASEAN International Conference di Thailand (2010), dan (8) delegasi Indonesia dalam Seminar, Bengkel, dan Festival Pantun MASTERA di Brunei Darussalam (2010).

                                                        (Ditulis oleh Midun Aliassyah [sebagai lampiran skripsi])

7 komentar:

  1. heheh dosen ane ni gan

    BalasHapus
  2. heee, sama, ini juga dosen pembimbing skripsi ayas.....

    BalasHapus
  3. Innalillahi beliau guru besar kita telah berpulang td pagi pukul 07.15 wib

    BalasHapus
  4. Innalillahi beliau guru besar kita telah berpulang td pagi pukul 07.15 wib

    BalasHapus
  5. Sugeng tindak, Pak Ayu...
    Walaupun tidak pernah mengenal secara dekat, namamu senantiasa ramai terdengar diperbincangkan oleh para alumni Fakultas Sastra Univ. Jember dengan kebaikan segala kebaikannya.

    Sugeng tindak, selamat bercerita dengan Yang Maha Pencerita...

    BalasHapus
  6. Sugeng tindak, Pak Ayu...
    Walaupun tidak pernah mengenal secara dekat, namamu senantiasa ramai terdengar diperbincangkan oleh para alumni Fakultas Sastra Univ. Jember dengan kebaikan segala kebaikannya.

    Sugeng tindak, selamat bercerita dengan Yang Maha Pencerita...

    BalasHapus
  7. Sugeng tindak, Pak Ayu...
    Walaupun tidak pernah mengenal secara dekat, namamu senantiasa ramai terdengar diperbincangkan oleh para alumni Fakultas Sastra Univ. Jember dengan kebaikan segala kebaikannya.

    Sugeng tindak, selamat bercerita dengan Yang Maha Pencerita...

    BalasHapus