Minggu, 19 Desember 2010

RANCANGAN PENILAIAN SISWA SMA KELAS 1 SEMESTER 2

RANCANGAN PENILAIAN SISWA SMA KELAS 1 SEMESTER 2


Oleh:

MOH. BADRUS SOLICHIN (080210402002)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010


RANCANGAN PENILAIAN
Jenjang SMA kelas X Semester 2
Standar Kompetensi : 16 Mengungkapkan pengalaman diri sendiri dan orang lain ke dalam cerpen.
Kompetensi Dasar : 16.1 Menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar dan konflik)
Tes Kemampuan Kesusastraan
Jenis Tes : Tes Kinerja
Instrumen :
1.Tentukan topik (ide) yang berhubungan dengan kehidupan diri sendiri untuk menulis cerpen.
2.Tulislah kerangka cerpen berdasarkan kelengkapan unsur cerita di dalamnya (tokoh, alur, seting, amanat, konflik).
3.Kembangkan kerangka yang telah dibuat ke dalam bentuk cerpen.
Kolom Penilaian :
No
Aspek yang Dinilai
Sekor
Bobot Nilai
1
Kerangka Cerpen

5

Sesuai
3


Kurang sesuai
2


Tidak sesuai
1

2
Daya Tarik Ide

5

Baik
3


Kurang baik
2


Tidak baik
1

3
Pengembangan Ide

5


Baik
3


Kurang baik
2


Tidak baik
1


4
Kelengkapan Unsur Cerita

5


Lengkap
3


Kurang lengkap
2


Tidak lengkap
1


Skor Pemerolehan



Keterangan Kolom Penilaian:
Skor maksimum= 4(3x5)= 60
Rumus penjumlahannya:
Skor pemerolehan
Nilai max = X 100 =6060 x 100 = 100
Skor maksimum

Contoh Penilaian:
Midun mendapatkan nilai penulisan cerpen; kerangka cerpen (3), daya tarik ide (3), pengembangan ide (3), kelengkapan unsur cerita (3).
= Jadi penjumlahan nilainya:
kerangka cerpen: 3x5=15
daya tarik ide: 3x5=15
pengembangan ide: 3x5=15
kelengkapan unsur cerita: 3x5=15
Jumlah keseluruhan: 15x 4= 60

Skor pemerolehan
=Nilai Midun: X 100 =6060 x 100 = 100
Skor maksimum


Contoh Kerangka Cerpen:














Contoh Cerpen:

Sang MAYAR (Memoar Pengakuan Luka Lara)

Oleh; Midun Aliassyah


Siapakah aku, sehingga diriku pantas diperebutkan?
Apakah aku adalah kehormatan. Aku adalah kecemburuan yang bersemayam di dada setiap insan! Apa aku adalah akal yang sehat. Kemuliaan, sehingga aku patut disebut kesucian. Dan apakah aku adalah kebaikan, serta membawa kehidupan yang bahagia. Apakah aku seorang bidadari yang dirindukan setiap kaum adam di akhirat nanti. Apakah semua itu seorang aku??
Sungguhpun itu benar seorang aku, mungkin aku tidak akan menjadi perempuan seperti sekarang yang aku alami. Hal ini, berbanding terbalik 99%. Tak tau satu persennya apakah benar-benar ada dalam cerminan diriku! Padahal kenyataanya, aku hanya seorang perempuan penyamun. Merebut paksa hak orang lain, yang sewajarnya itu bukan hak milikku. Melucuti uang mereka untuk saweran ku. Tiap malam kerjaanku melalang buana di kerumunan laki-laki hidung belang. Dan aku di maknakan sebagai perempuan idola. Maskot keramat yang boleh dijamahi mereka. Tetapi kaum ini, pantas disebut sebagai seorang raja nafsu, yang tak punya rasa malu kepada Tuhan, istri, bahkan anak-anaknya. Kaum ini memang pandai dalam mencari hal nafkah. Bahkan disandangkan oleh Tuhan sebagai sosok pemimpin dibandingkan kaum lawan jenisnya. Tetapi realitanya, ia hanya memburu nafsu!
###

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share Article