Minggu, 08 April 2012

Sinopsis Novel Mengejar Matahari Pagi Karya Ayu Sutarto


SINOPSIS
 Novel Mengejar Matahari Pagi Karya Ayu Sutarto 



Novel Mengejar Matahari Pagi merupakan novel kedua dari novel trilogi karangan Ayu Sutarto. Novel yang menceritakan kisah kehidupan tokoh Bima dalam memperjuangkan cita-citanya sebagai peneliti budaya dan juga seorang doktor lulusan Universitas Leiden Belanda, percintaannya dengan sang kekasih yang bernama Mega, dan perjalanan dirinya melakukan penelitian budaya di tanah Tengger.  
            Cerita diawali dengan kisah Mega sebagai anggota di LSM yang membela kaum perempuan dari perbuatan ketidakadilan gender, pemerkosaan, dan perbuatan penindasan lainnya. Menjadi aktivis pembela kaum perempuan ia pilih karena ia pernah merasakan sendiri bagaimana penderitaan dan menahan aib yang diderita akibat perbuatan biadab yang menyebabkan hilangnya harga diri dan kehormatan. Melihat kondisi Mega seperti itu, kemudian Bima memberanikan diri untuk mempersunting Mega menjadi istri. Namun sayangnya, niatan tulus Bima ditepis begitu saja oleh Mega, lantaran Mega memiliki niatan untuk meneruskan studi S2-nya di sebuah universitas ternama di negeri Belanda.
Sepeninggal keberangkatan Mega menempuh studinya selama dua tahun, Bima berniatan melanjutkan penelitian di desa Ngadas, pemukiman suku Tengger yang terletak di kawasan Taman Nasional Bromo. Dari tempat itulah, Bima berharap banyak menghasilkan tulisan tentang budaya. Baru beberapa hari Bima berada di desa Ngadas, ia sudah bisa akrab dengan warga sipil dan juga ia berkenalan dengan beberapa peneliti lain yang berasal dari Inggris, Amerika dan juga ada satu peneliti perempuan dari Kediri yang bernama Menur.
Diceritakan Menur merupakan sahabat yang keberadaannya sangat berarti bagi Bima. Bersama Menur-lah, Bima mampu menjalankan penelitiannya dengan baik. Mereka berdua juga bekerjasama dalam hal membantu permasalahan-permasalahan yang dialami warga. Salah satu persoalan yang dialami oleh Marti, seorang gadis yang masih bersetatus siswa SD ini dipaksa kedua orangtuanya untuk menikah di usia belia. Akibat perbuatan paksaan tersebut, Marti menderita gangguan Jiwa. 
Tidak kalah dengan Bima yang memiliki sahabat perempuan, Mega di Belanda juga mengenal seorang laki-laki yang bernama Dick. Mega begitu akrab dengan pria asli Belanda itu, karena Dick selalu memperhatikannya dan memberikan pertolongan dalam banyak hal.
Ending cerita dari novel Mengejar Matahari Pagi, Bima menemukan sosok laki-laki yang bernama Pak Dar seorang guru SD yang berhati emas. Bima patut belajar dari sikap dan cara pandang Pak Dar dalam menempuh perjalanan hidup di dunia. Cara pandang dalam menentukan cita-cita, harapan, membangun hari depan yang tenang, dan nasib baik yang tidak akan datang apabila hanya diam tanpa adanya usaha. Untuk itulah, Bima harus selalu berusaha mengejar apa yang cita-citakan agar terwujud menjadi sebuah kenyataan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar