Senin, 09 Agustus 2010

Keterampilan Menyimak

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering pula harus menyimak, berita, cerita, pengumuman, laporan, dan sebagainya. Namun, tidak semua orang mampu menyimak dengan baik, pasdahal kemajuan masyarakat sangat tergantung pada kemampuan menyimak berbagai informasi anggota masyarakatnya. Jika seseorang banyak mendapatka informasi berarti orang itu meningkatkan pengetahuan, dan banyak pengetahuan berarti meningkatkan daya pikir.
Berbicara tentang keterampilan menyimak tidak dapat dipisahkan dari keterampilan bahasa yang lain, yaitu keterampilan berbicara, membaca, dan menulis. Keberhasilan seseorang dalam menyimak dapat diketahuai bagaimana penyimak memahami dan menyampaikan informasi secara lisan maupun tertulis. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cukup kompleks jika penyimak ingin menangkap makna yang sesungguhnya dari simakan yang mungkin tidak seutuhnya tersirat , sehingga penyimak harus berusaha mengungkapkan hal-hal yang tersirat itu.
Oleh karena itu, penyimak perlu memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan materi simakan, artinya ia harus sering berlatih menyimak. Dengan demikian, berhasil tidaknya keterampilan siswa menyimak tidak lepas dari upaya guru dalam meningkatkan proses pembelajarannya. Hal ini dapat dilihat dari kepentingan keterampilan menyimak terhadap keterampilan bahasa yang lainnya, yakni: (1) keterampilan menyimak merupakan dasar yang cukup penting untuk keterampilan berbicara. Ada yang berbicara harus ada yang menyimak atau sebaliknya, keduanya saling membutuhkan, (2) keterampilan menyimak juga merupakan dasar bagi keterampilan membaca atau menulis, petunjuk-petunjuk disampaikan melalui bahasa lisan . Ini berarti mereka harus menyimak, (3) keterbatasan penguasaan kosakata pada saat menyimak akan menghambat kelancaran membaca dan menulis.
Berikut ini diuraikan secara singkat hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran menyimak yaitu: (1) Ciri-ciri penyimak yang baik, (2) Jenis-jenis menyimak, (3) Tahap-tahap menyimak, (4) Faktor yang mempengaruhi menyimak (5) Kendala dalam menyimak, (6)Teknik pembelajaran menyimak, (7) Materi menyimak SMP menurut Kurikulum 2004, (8) Penilaian menyimak.
Ciri-ciri Penyimak yang Baik
Penyimak yang baik adalah penyimak yang memiliki tiga sikap berikut ini (Suyono dan Kamijan 2002:17).
1. Bersikap objektif terhadap bahan simakan. Penyimak sebaiknya tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal di luar kegiatan menyimak, seperti pembicara, ruang, suasana, sarana, dan prasarana.
2. Bersikap kooperatif, penyimak harus bersia untuk bekerja sama dengan pembicara untuk keberhasilan komunikasi.
3. Bahan simakan harus komunikatif, berupa konsep, gagasan, dan informasi yang jelas.

Jenis-jenis Menyimak
Secara garis besar, Tarigan (1983;22) membagi menyimak menjadi dua jenis yakni: (1)menyimak ekstensif dan (2) menyimak intensif.
1. Menyimak ekstensif ialah proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak radio, televisi, ercakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya.Ada beberapa jenis kegiatan menyimak ekstensif, antara lain: (a)menyimak sekunder yang terjadi secara kebetulan, (b) menyimak sosial yaitu menyimak masyarakat dalam kehidupan sosial, di pasar, di kantor pos, dan sebagainya, (c) menyimak estetika, ersifat apresiatif, dan (d) menyimak pasif, dilakukantanpa upaya sadar. Misalnya, seseorang mendengarkan bahasa daerah, setelah itu dalam kurun waktu dua atau tiga tahun berikutnya orang itu sudah dapatberbahasa daerah tersebut.
2. Menyimak Intensif
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh konsentrasi untuk menangkap makna yang dikehendaki. Menyimak intensif ini memiliki ciri-ciri yang harus diperhatikan, yakni: (a) menyimak intensif adalah menyimak pemahaman, (b) menyimak intensif memerlukan konsentrasi tinggi, (c) menyimak intensif ialah memahami bahasa formal, (d) menyimak intesiof diakhiri dengan reproduksi bahan simakan. Jenis-jenis menyimak intensif terdiri atas: (a)menyimak kritis, (b) menyimak konsentratif, (c) menyimak eksploratif, (d) menyimak interogatif, (e) menyimak selektif, dan (f) menyimak kreatif.

Tahap-tahap Menyimak
Dalam kegiatan menyimak ada tahapan yang harus dilakukan oleh penyimak agar penyimak benar-benar memahami informasi yang disimaknya. Tahapan itu adalah: (a) tahap mendengar, (b) tahap memahami, (c) tahap menginterpretasi, dan (d) tahap mengevaluasi.
Faktor yang Mempengaruhi Menyimak
Faktor yang mempengaruhi menyimak menurut Hunt dalam Trigan(1990: 97)adalah: sikap, motivasi, pribadi, situasi kehidupan, dan peranan dalam masyarakat. Sementara Logan (dalam Tarigan 1990: 98) mengemukakan bahwa yang mempengaruhi menyimak adalah faktor lingkungan, fisik, psikologios, dan pengalaman. Selain itu, Webb (Tarigan 1990:97) menambahkan bahwa perbedaan jenis kelamin juga mempengaruhi menyimak.
Cara Meningkatkan Keterampilan Menyimak
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keterampilan menyimak seperti berikut ini.
1. Bersikaplah secara positif
2. Bertindaklah responsif
3. Cegahlah gangguan-gangguan
4. Simaklah dan ungkaplah maksud pembicara
5. Carilah tanda-tanda yang akan datang
6. Carilah rangkuman pembicaraan terlebih dulu
7. Nilailah bahan-bahan penunjang
8. Carilah petunjuk-petunjuk nonverbal
Kendala dalam Menyimak
Russel dan Black dalam Tarigan (1990: 82-86) ada beberapa kendala dalam menyimak, seperti berikut ini.
1. Keegosentrisan
2. Keengganan ikut terlibat
3. Ketakutan akan perubahan
4. Keinginan menghindari pertanyaan
5. Puas terhadap penampilan eksternal
6. Pertimbangan yang prematur
7. Kebingungan semantik.

Teknik Pembelajaran Menyimak
Untuk meningkatkan pembelajaran keterampilan menyimak dan agar pembelajarannya menarik, ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam proses belajar mengajar. Teknik-teknik itu antara lain sebagai berikut ini.

1. Simak Ulang- Ucap
Teknik simak-ulang ucap digunakan untuk memperkenalkan bunyi bahasa dengan pengucapan atau lafal yang tepat dan jelas. Gurui dapat mengucapkan atau memutar rekaman buyi bahasa tertentu seperti fonem, kata, kalimat, idiom, semboyan, kata-kata mutiara, dengan jelas dan intonasi yang tepat. Siswa menirukan. Teknik ini dapat dilakukan secaea individual, kelompok, dan klasikal.

2. Identifikasi Kata Kunci
Untuk menyimak kalimat yang panjang siswa perlu mencari kalimat intinya. Kalimat inti itu dapat dicari melalui beberapa kata kunci. Kata kunci itulah yang mewakili pengertian kalimat.

3. Parafrase
Guru menyiapkan sebuah puisi dan dibacakan atau diperdengarkan. Setelah menyimak siswa diharapkan dapat menceritakab kembali isi puisi tadi dengan kata-katanya sendiri.

4. Merangkum
Guru menyiapkan bahan simakan yang cukup panjang. Materi itu disampaikan secara lisan kepada siswa dan siswa menyimak. Setelah selesai menyimak siswa disuruh membuat rangkuman.

5. Identifikasi Kalimat Topik
Setiap paragraf dalam wacana minimal mengandung dua unsur Yaitu: (a) kalimat tipok, (b) kalimat pengembang. Posisi kalimat topik dapat di awal, tengah, dan akhir.Setelah menyimak paragraf siswa disuruh mencari kalimat topiknya.

6. Menjawab Pertanyaan
Untuk memahami simakan yang agak panjang, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggali pemahaman siswa.

7. Bisik Berantai
Suatu pesan dapat dilakukan secara berantai. Mulai dari guru membisikkan pesan kepada siswa pertama dan dilanjutkan kepada siswa berikutnya sampai siswa terakhir. Siswa terakhir harus mengucapkannya dengan nyaring. Tugas guru adalah menilai apakah yang dibisikkan tadi sudah sesuai atau belum. Jika belum sesuai, bisikan dapat diulangi, jika sudah sesuai bisikan dapat diganti dengan topik yang lain.

8. Menyelesaikan Cerita
Guru memperdengarkan suatu cerita sampai selesai. Setelah siswa selesai menyimak, guru menyuruh seseorang untuk menceritakan kembali dengan kata-katanya sendiri. Sebelum selesai bercerita, guru menghentikan cerita siswa tadi dan menggantikan dengan siswa lain yang bertugas menyelesaikan cerita kawannya, begitu seterusnya sehingga cerita itu berakhir seperti yang disimaknya.
Model Pembelajaran Menyimak di SMP
Berdasarkan kompetensi dasar dan indikator pembelajaran menurut Kurikulum 2004 untuk SMP, materi pembelajaran keterampilan menyimak adalah sebagai berikut:
A. menyimak berita,
B. menyimak wawancara,
C. menyimak laporan perjalanan
D. menyimak pidato, dan
E. menyimak dialog.
Berikut disajikan contoh model pembelajaran menyimak dengan materi dan teknik penyajiannya.
A. Menyimak Berita
Berita merupakan kabar atau informasi yang disampaikan kepada orang lain. Penyampaian berita dapat dilakukan secara lisan maupun tertulis baik langsung atau melalui berbagai media. Untuk pembelajaran menyimak, bahan simakan berita dapat diambil secara langsung dari penutur atau pembicara, diskusi, seminar,dsb., dan dapat pula diambil dari media radio, televisi, dsb.
Setelah siswa menyimak, selanjutnya siswa disuruh:
a. menuliskan pokok-pokok berita.
b. menuliskan isi berita, dan
c. memberi tanggapan.
Untuk penilaian menyimak berita, dapat dilihat dari (1) aspek kebahasaan yang terdiri atas indikator (a) nada/irama, (b) diksi, (c) struktur kalimat, dan (2) aspek nonkebahasaannya dengan indikatiornya: (a) penguasaan topik, (b) keberanian, (c) penalaran, dan (d) gerak/mimik. Masing-masing indikator diberi nilai/skor.
B. Menyimak Wawancara
Tujuan pembelajaran menyimak wawancara adalah melatih kepekaan siswa dalam menerima atau mencari informasi. Informasi ini dapat digunakan untuk mendukung keterampilan berbahasa yang lainnya seperti berbicara dan menulis.
Pembelajaran menyimak wawancara dapat dilakukan secara langsung atau dari rekaman kaset atau video. Setelah siswa menyimak, siswa ditugasi untuk memahami isi wawancara itu dengan cara berikut:
(a) mencatat hal-hal yang penting menarik,
(b) melaporkan hal-hal penting dan menarik,
(c) menyimpulkan isi wawancara.
Penilaian menyimak wawancara ini dapat dilakukan dengan melihat kemampuan :
!. Aspek kebahasaan :
(a) pemahaman isi
(b) ketepatan penangkapan isi
(c) ketahanan konsentrasi
2. Aspek pelaksanaan dan sikap:
(a) menghormati
(b) menghargai
(c) kritis
Masing-masing aspek/indikator diberi nilai/skor yang sudah ditentukan.
C. Menyimak Laporan Perjalanan
Laporan dari berbagai kegiatan memiliki ragam dan gaya bahasa berbeda-beda sesuai dengan jenis atau macam yang dilaporkan. Untuk laporan perjalanan (sesuai dengan Kurikulum 2004) biasanya sangat bersifat subjektif. Oleh karena itu biasanya laporan perjalanan memiliki diksi yang sangat bervariasi menurut pelapornya.
Materi simakan yang disajikan harus dipilih yang menarik dan tidak membosankan, sehingga siswa dapat mengikuti alur dan memahami isi laporan itu.
Setelah menyimak, siswa ditugasi (secara individu atau kelompok) untuk:
(a) menuliskan pokok laporan perjalanan,
(b) menuliskan kembali laporan perjalanan
(c) menanggapi laporan perjalanan.
Penilaian menyimak lapora perjalanan dapat dilihat dari :
1. Aspek kebahasaan:
(a) pemahaman isi
(b) kelogisan penafsiran
(c) ketahanan keionserntrasi
2. Aspek pelaksanaan dan sikap:
(a) menghargai
(b) kesungguhan
(c) kritis
Masing-masing aspek dan indikator diberi nilai dan skor yang sudah ditentukan.
D. Menyimak Pidato
Menyimak pidato adalah kegiatan untuk mendapatkan informasi dan juga menambah wawasan. Dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan seseorang akan lebih mampu berpikir dan bertindak.
Materi pidato dapat diambil secara langsung maupun melalui rekaman kaset atau video. Supaya simakan menarik perhatian siswa, sebaiknya materi memiliki persyaratan antara lain: (a) menarik, (b) aktual, (c) bahasanya komunikatif. Setelah siswa menyimak tugas siswa selanjutnya adalah :
(a) menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan oleh guru,
(b) menemukan hal-hal yang penting dalam pidato,
(c) menyimpulkan isi pidato.
Penilaian menyimak pidato ini dapat dilakukan dengan melihat kemampuan siswa memahami pidato lewat aspek kebahasaan dan nonkebahasaan.
E. Menyimak Dialog
Tujuan menyimak dialog adalah siswa dapat memahami isi dialog baik yang tersurat maupun yang tersirat. Materi simakan dialog dapat diambil secara langsung atau rekaman. Agar menarik perhatian siswa, topik dialog bersifat aktual.
Setelah siswa menyimak dialog, selanjutnya siswa melakukan kegiatan berikut:
(a) mencatat hal-hal yang penting dalam dialog,
(b) menyatakan informasi tersrat dalam dialog,
(c) menyimpulkan isi dialog, dan
(d) mengomentari isi dialog dari narasumber.
Penilaian menyimak dialog dapat dilakukan dengan melihat kemampuan siswa melalui:
A. Aspek kebahasaan:
(a) pemahaman isi
(b) kelogisan berpikir
(c) vokalisasi
(d) struktur kalimat
B. Aspek pelaksanaan dan sikap:
(a) menghargai
(b) konsentrasi/kesungguhan
(c) kritis
(d) penalaran
Masing-masing aspek dan indikator diberi nilai dan skor yang sudah ditentukan.

DAFTAR PUSTAKA
Depdikbud. 1985. Menyimak dan Pengajarannya. Jakarta: Universitas Terbuka.
Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP. Jakarta: Depdiknas.
_____. 2004. “Bahasa Sastra Indonesia Keterampilan Menyimak”. Bahan Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru SMP. Jakarta:Depdiknas.
Kamijan dan Suyono. 2002. Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Pelajaran Menyimak. Jakarta: Depdiknas.
Nurhadi dan Agus Gerald Senduk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapan
Dalam KBK. Malang: Universitas Malang.
Subyakto N., Sri Utari. 1988. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta:Depdikbud.
Suyatno. 2004. Teknik Pembelajaran Bahasa dan Sastra. Surabaya:SIC.
Tarigan, Henry Guntur. 1983. Menyimak Sebagai Suatu Ketrampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Underwood, Mary. 1989. Teaching Listening. London: Longman
Hakikat menyimak
Mendengar, mendengarkan, dan menyimak memiliki makna yang berbeda. Di dalam kegiatan mendengar belum terdapat unsur kesengajaan untuk menyimak bunyi-bunyi yang didengarkannya, sedangkan dalam kegiatan mendengarkan sudah terdapat unsur kesengajaan dan tujuan tetapi belum terdapat unsur pemahaman. Berbeda dengan kegiatan mendengar dan mendengarkan, di dalam kegiatan menyimak sudah terdapat unsur kesengajaan, tujuan dan pemahaman.

Kegiatan menyimak memiliki manfaat yaitu memperlancar komunikasi, memperoleh informasi untuk menambah wawasan pengetahuan dan pengalaman tentang kehidupan, dan sebagai dasar belajar bahasa. Untuk dapat menyimak dengan baik, maka kita harus memperhatikan faktor-faktor menyimak, yaitu alat dengar dan alat bicara, situasi dan lingkungan, konsentrasi, pengenalan tujuan pembicaraan, pengenalan paragraf atau bagian pembicaraan dan pengenalan kalimat-kalimat inti pembicaraan, kesanggupan menarik kesimpulan dengan tepat, memiliki intelegensi yang tinggi, dan latihan yang teratur.

Membedakan fonem dalam konteks, menangkap maksud tuturan dalam sebuah kalimat, menentukan kesalahan pengucapan sebuah kata, menangkap isi sebuah percakapan, menangkap isi wacana karya ilmiah dan nonilmiah, merupakan kegiatan-kegiatan yang dapat Anda lakukan untuk berlatih keterampilan menyimak.
Tidyman dan Butterfield mengklasifikasikan menyimak atas dasar tujuan menyimak. Hasil pengklasifikasian mereka menghasilkan tujuh jenis menyimak :
1.Menyimak sederhana : menyimak sederhana terjadi dalam percakapan dengan teman atau bertelepon.
2.Menyimak diskriminatif : Menyimak untuk membedakan suara, perubahan suara seperti membedakan suara burung, suara mobil, suara orang dalam senang, marah, atau kecewa.
3.Menyimak santai : Menyimak untuk tujuan kesenangan misalnya pembacaan puisi, cerita pendek, rekaman dagelan atau lawak.
4.Menyimak informatif : Menyimak untuk mencari informasi seperti menyimak pengumuman, jawaban pertanyaan, mendaftar ide dsb.
5.Menyimak literatur : Menyimak untuk mengorganisasikan ide seperti penyusunan materi dari berbagai sumber, pembahasan hasil penemuan, merangkum, membedakan butir-butir dalam pidato, mencari penjelasan butir tertentu.
6.Menyimak kritis : Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara, misalnya dalam diskusi, perdebatan, percakapan, khotbah atau untuk mengetahui penyimpangan emosi, melebih-lebihkan propaganda, kejengkelan, kebingungan dan sebagainya.
etode mengajar yang seperti apakah yang paling efektif? Jawabannya tergantung pada anak-anak yang ada di kelas. Beberapa anak bisa mendengarkan dan belajar. Anak-anak yang lain bisa belajar dengan langsung mempraktikkannya. Beberapa anak lainnya bisa belajar dengan baik melalui cara-cara mereka sendiri. Anak-anak yang lain lagi perlu interaksi dalam kelompok supaya bisa belajar. Teknik mengajar berikut ini mungkin bisa memberi Anda ide-ide untuk memanfaatkan sumber-sumber di sekitar yang bisa Anda gunakan di kelas Anda.
Gunakan pendekatan aktif dan pasif secara bergantian. Misalnya, Anda bisa memulainya dengan "Brain Teasers" (pemanasan). Anda bisa memulai dengan pelan-pelan menyebutkan semua ciptaan Tuhan. Lanjutkan dengan cerita Alkitab di mana anak-anak mendengarkan dengan tenang dan menjawab pertanyaan. Anda bisa menggunakan permainan untuk membantu anak-anak mempelajari ayat hafalan. Pendekatan ini bisa dirancang terlebih dahulu dan membantu mencegah kebosanan.
Gunakan tempat terbuka. Anak-anak menyukai kegiatan di luar ruangan. Anda bisa mengajarkan tentang kehidupan pada zaman Alkitab dengan membagikan roti yang telah dipotong-potong dan duduk-duduk di taman dengan beralaskan tikar. Anda juga bisa menceritakan kembali cerita "Manusia Jatuh ke Dalam Dosa" (Kejadian 3), atau biarkan anak-anak bermain-main di taman. Pastikan tidak ada anak yang tertinggal pada saat Anda meninggalkan taman tersebut.
Gunakan musik. Ajaklah pemain gitar, piano, atau keyboard untuk memimpin pujian yang akan membantu anak-anak mempelajari Alkitab atau Sepuluh Hukum Tuhan. Beranikan diri dan pimpinlah sendiri kegiatan ini.
Gunakan seni. Anak-anak senang mengekspresikan diri mereka sendiri. Pilihlah suatu kegiatan yang bisa mereka kerjakan sendiri atau yang membutuhkan sedikit pengawasan untuk membangun percaya diri mereka. Mereka bisa membuat suatu gambar yang menunjukkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka bisa mewarnai gambar atau menulis ayat hafalan di kertas papirus dengan menggunakan tinta dan stik.
Gunakan pengulangan. Pilihlah suatu aktivitas cerita Alkitab, "Brain Teaser", ayat hafalan, dan permainan yang menekankan pelajaran yang sama dengan yang Anda ajarkan hari itu.
Gunakan peralatan visual. Siapkan suatu tantangan yang cukup besar (seukuran tembok), misalnya mengingat Sepuluh Perintah Tuhan. Buatlah daftar kitab dalam Alkitab di tembok tersebut. Cetaklah gambar-gambarnya dan gantungkan di tembok untuk mengingatkan anak-anak pada apa yang telah mereka pelajari atau biarkan anak-anak menggambar apa yang telah pelajari dan menggantungkannya di tembok.
Menghapal Alkitab. Berikan daftar ayat hapalan yang telah mereka pelajari bulan lalu dan mintalah mereka untuk menemukan ayat-ayat tersebut di Alkitab. Anda juga bisa minta mereka untuk menemukan suatu kitab yang namanya sama dengan tokoh wanita dalam Alkitab dan satu kitab yang namanya sama dengan tokoh pria dalam Alkitab. Siapa yang lebih dulu menemukan, suruhlah berdiri.
Gunakan kegiatan individul. Setiap Minggu, jadwalkan setidaknya satu kegiatan yang meminta setiap anak untuk belajar secara individu. Setiap anak bisa mengatakan ayat hafalan itu sendiri selama perlombaan. Setiap murid juga bisa menggambar atau menulis jurnal.
Gunakan kegiatan dalam kelompok. Contohnya, bagilah anak-anak ke dalam kelompok-kelompok dan mainkan "Siapa yang Ingin Menjadi Ahli Waris Kristen?" untuk melihat kembali kebenaran Alkitab dan fakta-fakta yang telah dipelajari selama satu bulan. Permainan ini mendorong pembentukan keterampilan sosial dan menekankan kebenaran Alkitab bahwa Tuhan ingin kita memiliki teman dan bekerja bersama-sama (Kejadian 2:18).
Menonton film. Ada banyak film pendek yang baik untuk ditonton (20 -- 50 menit) yang menceritakan tokoh-tokoh atau peristiwa-peristiwa dalam Alkitab.
Gunakan "role play" untuk memeragakan cerita. Tulislah setiap bagian dalam kertas yang terpisah dengan menggunakan kata-kata yang bisa dibaca oleh anak-anak.
Permainan detektif Alkitab. Misalnya, biarkan anak-anak menemukan kata-kata yang bisa mereka gunakan untuk memuji Tuhan dalam doa. Berikan daftar ayat-ayat yang bisa mereka baca untuk menemukan kata tersebut. Tulislah penemuan mereka di papan tulis. Gunakan pendekatan ini untuk kegiatan lain, misalnya belajar tentang seseorang dalam tokoh Alkitab atau makanan yang disebutkan pada zaman Alkitab.
Ajaklah seorang wakil pemimpin yang memiliki sifat yang berkebalikan dengan Anda. Misalnya, bila Anda ingin pendekatan yang aktif, ajaklah wakil pemimpin yang suka dengan pendekatan yang pasif dan Anda berdua bisa melakukan yang terbaik dari yang Anda suka.
Rayakan keberhasilan. Pekerjaan yang dilakukan dengan baik akan selalu dikenang. Berikan penghargaan kepada murid-murid setelah mereka belajar satu ayat hafalan. Bila seluruh kelas menguasai permainan, misalnya menghapal "Doa Bapa Kami", pertimbangkan untuk merayakannya dengan kue saat istirahat. Gunakan perayaan-perayaan sebagai penjangkauan (outreach) dengan mendorong anak-anak untuk mengundang teman-teman mereka ke perayaan-perayaan yang diadakan selama jam sekolah minggu.
Bahan ini disampaikan untuk membantu para guru yang melayani di pelayanan prasekolah, pelayanan anak-anak, atau sekolah minggu. Melalui bahan ini, para guru bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang apa yang Alkitab katakan mengenai Allah dan bagaimana kita hidup supaya berkenan kepada-Nya. (t/Ratri)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share Article