Senin, 09 Agustus 2010

PEMBELAJARAN PUISI DAN CARA MENGAPRESIASIKANNYA PADA SISWA SMA

PEMBELAJARAN PUISI DAN CARA MENGAPRESIASIKANNYA PADA SISWA SMA


TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN


Oleh Kelompok 5:

1.MOH. BADRUS SOLICHIN (080210402002)
2.IMANUEL SETYO BUDI (080210402009)
3.FERI ANGGRIAWAN (080210402011)
4.YUAIDA DWI FATMAWATI (080210402017)
5.NOVI NURCAHYANTI (080210402020)
6.ACHMAD WAHYUDI (080210402023)
7.FERRY GUNAWAN (080210402027)
8.INDRI (080210402042)
9.ITA NUR ANDRIANA (080210402052)






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010


DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL i
DAFTAR ISI ii
A.Media Penbelajaran 3
B.Kriteria Media Pembelajaran yang Baik 3
C.Langkah-Langkah Pembelajaran Media Pembelajaran 4
D.Pembelajaran Puisi dengan Teknik Keterampilan Berbahasa Menggunakan
Media Komputer 6
E.Pengertian Puisi 7
F.Rancangan Pembuatan RPP 10



















A. Media Pembelajaran
Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran oleh pengajar kepada peserta didik. Sedangkan komunikasi di dalam proses pembelajaran tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media.
Bentuk-bentuk stimulus bisa dipergunakan sebagai media diantaranya adalah hubungan atau interaksi manusia; realia; gambar bergerak atau tidak; tulisan dan suara yang direkam. Kelima bentuk stimulus ini akan membantu pembelajar mengajarkan materi. Namun demikian tidaklah mudah mendapatkan kelima bentuk itu dalam satu waktu atau tempat.
Tehnologi komputer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus di atas sehingga pembelajaran akan lebih optimal. Namun demikian masalah yang timbul tidak semudah yang dibayangkan. Pengajar adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk merealisasikan kelima bentuk stimulus tersebut dalam bentuk pembelajaran. Namun kebanyakan pengajar tidak mempunyai kemampuan untuk menghadirkan kelima stimulus itu dengan program komputer sedangkan pemrogram komputer tidak menguasai pembelajaran bahasa.
Jalan keluarnya adalah merealisasikan stimulus-stimulus itu dalam program komputer dengan menggunakan piranti lunak yang mudah dipelajari sehingga dengan demikian para pengajar akan dengan mudah merealisasikan ide-ide pengajarannya.
B. Kriteria Media Pembelajaran yang Baik
Kriteria media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajar. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktek-praktek dengan benar.
Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Hubbard, 1983). Kreteria pertamanya adalah biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Kriteria lainnya adalah ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu.

C. Langkah-Langkah Menyusun Media Pembelajaran

Model perencanaan penggunaan media efektif meliputi enam kegiatan utama, antara lain :
1.Menganalisis Karakteristik Siswa
Karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang telah dimilikinya. Menganalisis karakteristik siswa dimaksudkan untuk mengetahui ciri-ciri perseorangan siswa. Hal ini dapat diajdikan pijakan untuk mengekspresikan metode yang optimal untuk mencapai hasil belajar tertentu. Adapun karakteristik siswa yang dimiliki sebagai berikut :
a.Materi disajikan untuk siswa kelas X semester satu jenjang SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat.
b.Siswa pada jenjang menengah atas memiliki pertumbuhan kejiwaan antara lain :
Bertambahnya kemampuan berkomunikasi pikir dengan orang lain
Mampu mengadakan identifikasi dengan kondisi dalam lingkungan hidup yang lebih luas.
Bertumbuhnya minat untuk memahami diri sendiri dan orang lain.
Bertumbuhnya kemauan untuk membuat keputusan sendiri.

c. Tiap-tiap anak memiliki kepribadian yang unik atau kemampuan yang berbeda.
Faktor yang ada pada diri anak sendiri atau faktor individual. Seperti faktor kematangan atau pertumbuhan, kecerdasan, latihan dan faktor pribadi, kemampuan yang dimiliki siswa, motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar dan faktor fisik.
Faktor yang ada di luar individu (Faktor Lingkungan). Seperti faktor keluarga atau keadaan rumah tangga, kualitas pengajaran, alat-alat yang digunakan dalam belajar, lingkungan dan kesempatan yang tersedia serta motivasi sosial.
2.Menyatakan atau Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menuliskan apa yang seharusnya dilakukan apabila mereka terlibat pada kondisi seperti dalam media yang ditampilkan.
Siswa dapat menyimak informasi melalui media video.
Siswa mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis karangan (naratif atau ekspositif).
3.Merancang dan Mengembangkan Materi dan Media yang Sesuai
Materi disajikan untuk sekolah yang memiliki multimedia yang lengkap.
4.Anggaran dana media pembelajaran
buku-buku penunjang Rp . 45.000,-
browsing materi Rp. 5.000,-
5.alat dan media yang digunakan
laptop
viewer
sound system
puisi
lagu




D.Pembelajaran Puisi dengan Teknik Keterampilan Berbahasa Menggunakan Media Komputer
Komputer telah mulai diterapkan dalam pembelajaran bahasa mulai 1960 (Lee, 1996). Dalam 40 tahun pemakaian komputer ini ada berbagai periode kecenderungan yang didasarkan pada teori pembelajaran yang ada. Periode yang pertama adalah pembelajaran dengan komputer dengan pendekatan behavior. Periode ini ditandai dengan pembelajaran yang menekankan pengulangan dengan metode drill dan praktek. Periode yang berikutnya adalah periode pembelajaran komukatif sebagai reaksi terhadap behavior. Penekanan pembelajaran adalah lebih pada pemakaian bentuk-bentuk tidak pada bentuk itu sendiri seperti pada pendekatan behavior.
Periode atau kecenderungan yang terakhir adalah pembelajaran dengan komputer yang integratif. Pembelajaran integratif memberi penekan pada pengintegrasian berbagai ketrampilan berbahasa, mendengarkan, berbicara, menulis dan membaca dan mengintegrasikan tehnologi secara lebih penuh pada pembelajaran.
Lee merumuskan paling sedikit ada delapan alasan pemakaian komputer sebagai media pembelajaran (Lee, 1996) Alasan-alasan itu adalah: pengalaman, motivasi, meningkatkan pembelajaran, materi yang otentik, interaksi yang lebih luas, lebih pribadi, tidak terpaku pada sumber tunggal, dan pemahaman global.
Dengan tersambungnya komputer pada jaringan internet maka pembelajar akan mendapat pengalaman yang lebih luas. Pembelajar tidak hanya menjadi penerima yang pasif melainkan juga menjadi penentu pembelajaran bagi dirinya sendiri. Pembelajaran dengan komputer akan memberikan motivasi yang lebih tinggi karena komputer selalu dikaitkan dengan kesenangan, permainan dan kreativitas. Dengan demikian pembelajaran itu sendiri akan meningkat.
Pembelajaran dengan komputer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas. Pembelajaran pun menjadi lebih bersifat pribadi yang akan memenuhi kebutuhan strategi pembelajaran yang berbeda-beda.
Di samping kelebihan dan keuntungan dari pembelajaran dengan komputer tentu saja ada kekurangan dan kelemahannaya. Hambatan pemakaian komputer sebagai media pembelajaran antara lain adalah: hambatan dana, ketersediaan piranti lunak dan keras komputer, keterbatasan pengetahuan tehnis dan teoris dan penerimaan terhadap tehnologi.
Dana bagi penyediaan komputer dengan jaringannya cukup mahal demikian untuk piranti lunak dan kerasnya. Media pembelajaranpun kurang berkembang karena keterbatasan pengetahuan tehnis dari pengajar atau ahli pengajaran dan keterbatasan pengetahuan teoritis pembelajaran bahasa dari para pemrogram. Oleh karena itu pembelajaran bahasa dengan media komputer salah satunya dapat menggunakan program microsoft powerpoint 2007.

E. Pengertian Puisi

Struktur dan ragam puisi sebagai hasil karya kreatif terus-menerus berubah. Hal ini nampak apabila kita mengkaji ciri-ciri puisi pada zaman tertentu yang ternyata berbeda dari ke-khas-an puisi pada zaman yang lain. Di masa lampau misalnya, penciptaan puisi harus memenuhi ketentuan jumlah baris, ketentuan rima dan persyaratan lain. Itulah sebabnya Wirjosoedarmo mendefinisikan puisi sebagai karangan terikat. Definisi tersebut tentu saja tidak tepat lagi untuk masa sekarang karena saat ini penyair sudah lebih bebas dan tidak harus tunduk pada persyaratan-persyaratan tertentu. Hal ini mengakibatkan pembaca tidak dapat lagi membedakan antara puisi dengan prosa hanya dengan melihat bentuk visualnya.
Karena sulitnya mendefinisikan pengertian puisi, A. Teeuw dan Culler menyerahkan pada penilaian pembaca. Menurut mereka pembacalah yang paling berhak menentukan suatu karya termasuk prosa atau puisi (Teeuw, 1983 : 6; Culler, 1977 : 138). Pendapat demikian meskipun nampaknya menyelesaikan masalah, namun untuk study keilmuan tentu sangat membingungkan karena tidak ada standar yang pasti.
Kecuali A. Teeuw dan Culler, banyak ahli sastra dan sastrawan, khususnya penyair romantik Inggris, yang berusaha memberikan definisi. Berikut ini adalah beberapa pendapat mereka :
Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.
Wordsworth memberi pernyataan bahwa puisi adalah ungkapan perasaan yang imajinatif atau perasaan yang diangankan.
Dunton berpendapat bahwa puisi merupakan pemikiran manusia secara konkret dan artistik (selaras, simetris, pilihan kata tepat), bahasanya penuh perasaan dan berirama seperti musik(pergantian bunyi kata-katanya berturut-turut secara teratur).
Shelley mengatakan bahwa puisi adalah rekaman detik-detik yang paling indah dalam hidup manusia, misalnya hal-hal yang mengesankan dan menimbulkan keharuan, kebahagiaan, kegembiraan, kesedihan dan lain-lain.
Dengan meramu pendapat-pendapat di atas, kita dapat mendefinisikan puisi sebagai berikut :

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang mengekspresikan secara padat
pemikiran dan perasaan penyairnya, digubah dalam wujud dan bahasa yang paling
berkesan.


Setelah kita definisikan apa itu puisi, selanjutnya kita dapat mengungkapkan perbedaan antara puisi dan prosa sebagai berikut :


PUISI
PROSA
1





2


3
Merupakan aktivitas jiwa yang menangkap kesan-kesan, kemudian kesan-kesan tersebut dipadatkan (di-kondensasi-kan) dan dipusatkan.

Merupakan pencurahan jiwa yang bersifat liris (emosional) dan ekspresif.

Seringkali isi dan kalimat-kalimatnya bermakna konotasi.

Merupakan aktivitas menyebarkan (men-dispersi-kan) ide/gagasan dalam bentuk uraian, bahkan kadang-kadang sampai merenik.

Merupakan pengungkapan gagasan yang bersifat epis atau naratif.

Pada umumnya bermakna denotasi, walaupun memang ada beberapa karya yang isinya konotasi.













G.Rancangan Pembuatan RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nomor 11

SEKOLAH : SMA NEGERI 1 SITUBONDO
MATA PELAJARAN : Bahasa Indonesia
KELAS : X
SEMESTER : 1
TAHUN PELAJARAN : 2009/2010


A.STANDAR KOMPETENSI :
Mendengarkan : Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung

B.KOMPETENSI DASAR :
Mengungkapkan isi suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman

C.MATERI PEMBELAJARAN :
Rekaman puisi yang berjenis tertentu atau yang dibacakan :
isi puisi
maksud puisi
unsur fisik dan batin

D. INDIKATOR :
Mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri
Menjelaskan maksud puisi
Mengetahui unsur fisik dan batin dari puisi yang didengar

E.TUJUAN PEMBELAJARAN :
Siswa dapat:
Mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.
Menjelaskan maksud puisi.
Mengapresiasi puisi dengan baik
Menjelaskan unsur fisik dan batin dari puisi yang didengar

H.METODE PEMBELAJARAN :
Diskusi
Tanya Jawab
Demonstrasi

I.LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN :
Kegiatan Awal :
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini.
Guru mendeskripsikan pengertian puisi.

Kegiatan Inti :
Mendengarkan puisi
Mengidentifikasi unsur fisik dan batin puisi
Mendiskusikan isi puisi
Apresiasi puisi
Melaporkan hasil diskusi

Kegiatan Akhir :
Refleksi/apresiasi
Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini

J.ALOKASI WAKTU :
4 x 45 menit

I. SUMBER BELAJAR/ALAT/BAHAN :
a.rekaman puisi/ tape
b.puisi “Nyanyian Sunyi” yang dibacakan oleh model
Nyanyian Sunyi
Karya : INDRI

Bisakah hamba sahaya mangerti apa yang diinginkan jiwa
sebuah kehidupan yang tak pernah terbawa mati
Menembus dan membelenggu liar
Seperti daun yang menghijau kemudian layu
Merubah di ruang kenyataan
Merasuk memaksa naluri ini selalu bertanya dan terkagum untuk satu jiwa yang sunyi
Untuk satu jiwa yang hilang
Jiwa yang tertutup embun hitam
Jiwa yang melantunkan melodi kepedihan sepanjang malam
Menyanjung dusta diatas cinta hingga terlampaui batas logika
Hanya jiwa – jiwa dan naluri – naluri lembut yang tahu
Bagai panjang yang melambai di atas padang itu
Waktu terus bagai sebuah kehinaan yang mengancam
Seperti terikat dan tak dapat lepas
Melambung di atas kuasa keabadian

J.PENILAIAN :
Jenis Tagihan:
tugas individu
ulangan
Bentuk Instrumen:
uraian bebas
pilihan ganda
jawaban singkat.




















Nyanyian Sunyi
Karya : INDRI

Bisakah hamba sahaya mangerti apa yang diinginkan jiwa
sebuah kehidupan yang tak pernah terbawa mati
Menembus dan membelenggu liar
Seperti daun yang menghijau kemudian layu
Merubah di ruang kenyataan
Merasuk memaksa naluri ini selalu bertanya dan terkagum untuk satu jiwa yang sunyi
Untuk satu jiwa yang hilang
Jiwa yang tertutup embun hitam
Jiwa yang melantunkan melodi kepedihan sepanjang malam
Menyanjung dusta diatas cinta hingga terlampaui batas logika
Hanya jiwa – jiwa dan naluri – naluri lembut yang tahu
Bagai panjang yang melambai di atas padang itu
Waktu terus bagai sebuah kehinaan yang mengancam
Seperti terikat dan tak dapat lepas
Melambung di atas kuasa keabadian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share Article