Senin, 09 Agustus 2010

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

(Sebagai Tugas Ujian Akhir Semester Pengantar Teknologi Informasi)

Oleh:

MOH. BADRUS SOLICHIN (080210402002)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2010

PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TIK (TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

A.Pengertian Media Pembelajaran
Secara harfiah media berarti perantara atau pengantar, Accociation for education and communication technologi (AECT), mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakaan untuk proses penyaluran informasi.(Zaenal, 1984:35). Di jelaskan pula oleh Raharjo (1989:25), bahwa media adalah wadah dari pesan yang oleh sumbernya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, materi yang diterima adalah pesan intruksional, dan tujuan yang dicapai adalah tercapainya proses belajar. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pelajaran dengan lebih baik dan sempurna.
Media pembelajaran sangat beragam. Secara garis besar media dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu media visual, media dengar, media proyeksi (proyected still), dan proyected motion media (Royak dan Zukarnaen dalam Zaenudin, 1984:3). Media adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Mengingat banyaknya macam media maka guru harus dapat berusaha memilihnya dengan cermat agar dapat digunakaan dengan tepat.

B.Pemilihan dan Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

1. Pemilihan Media Pembelajaran
Belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi, maka media yang digunakan harus mendukung konsep pembelajaran bahasa tersebut. Pemilihan media yang kurang tepat bukan membantu peserta didik untuk terampil berbahasa melainkan sebaliknya. Untuk itu pendidik diharapkan mampu memilih media yang tepat, efisien untuk memperlancar proses belajar mengajar dalam upaya menguasai kompetensi yang diharapkan.
Ketika pendidik akan memilih media yang akan digunakan di dalam pembelajaran ada dua bentuk pemilihan yang mungkin terjadi: Pertama, pemilihan tertutup, hal ini dilakukan apabila alternatif media telah ditentukan “dari Atas” (misalnya oleh Dinas Pendidikan), sehingga mau tidak mau jenis media itulah yang harus dipakai. Kalau pun kita memilih, maka yang kita lakukan lebih banyak ke arah pemilihan topik/ pokok bahasan mana yang cocok untuk dimediakan pada jenis media tertentu. Misalnya saja, telah ditetapkan bahwa media yang digunakan adalah media audio. Dalam situasi demikian, bukanlah mempertanyakan mengapa media audio yang digunakan, dan bukan media lain? Jadi yang harus kita lakukan adalah memilih topik-topik apa saja yang tepat untuk disajikan melalui media audio.
Ternyata keberhasilan menggunakan media dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan ketiga faktor tersebut. Tidak berarti bahwa semakin canggih media yang digunakan
akan semakin tinggi hasil belajar atau sebaliknya. Untuk tujuan pembelajaran tertentu dapat saja penggunaan papan tulis lebih efektif dan lebih efesien daripada penggunaan LCD, apabila bahan ajarnya dikemas dengan tepat serta disajikan kepada siswa yang tepat pula.
Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih media pembelajaran, antara lain:
1.Tujuan
Media yang dipilih hendaknya menunjang tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan.
2.Ketepatgunaan
Media yang digunakan hendaknya sesuai untuk menyampaikaan pesan yang hendak di komunikasikan atau di informasikan.
3.Tingkat kemampuan siswa
Media yang di gunakan hendaknya sesuai dengan tingkat kemampuan siswa, tingkat pendekatan terhadap pokok masalah, besar kecilnya kelompok, atau jangkauan penggunaan media tersebut.
4.Biaya
Biaya hendaknya seimbang dengan hasil yang telah diharapkan dan sesuai dengan dana yang tersedia.
5.Ketersediaan
Apakah media yang digunakan cukup tersedia atau tidak? Apakah ada pergantian media lain yang relevan? Apakah direncanakan untuk perorangan atau kelompok?

6.Mutu Teknis
Kualitas media harus dipertimbangkan, jika media sudah rusak, kurang jelas atau terganggu, sehingga perlunya penggantian teknis baru. (Daryanto, 1993:3).

2.Pemanfaatan Media Berbasis TIK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Perkembangan dunia global yang begitu cepat menembus ruang dan waktu, menyebabkan peserta didik bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Hal ini diikuti dengan perkembangan media berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang sangat canggih dan beragam. Media berbasis TIK ini perlu dikembangkan oleh pendidik dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta menantang peserta didik untuk menguasai TIK, sehingga keefektifan pembelajaran itu tercapai.
Keefektifan pembelajaran berbasis TIK dapat meningkatkan kemampuan peserta didik pada keempat aspek berbahasa: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran keempat aspek berbahasa di atas bisa dilakukan dengan menggunakan media audio visual, komputer dan mengakses internet. Berikut ini akan dijabarkan pengembangan media tersebut berdasarkan empat aspek:
a. Media pembelajaran dikaitkan dengan aspek menyimak.
Dalam pelajaran menyimak media yang digunakan yaitu: guru, siswa, radio, dan tape recorder. Contoh:
Guru membacakan satu cerita dari sebuah wacana, siswa mendengarkan dan dapat menceritakan kembali cerita tersebut dengan bahasanya sendiri.
Siswa menceritakan pengalamannya saat liburan yang lain mendengarkan.
Radio, siswa diberi tugas mendengarkan berita, drama radio.
Dengan tape recorder guru dapat memperdengarkan rekaman puisi, drama, pidato, dan lain-lain yang berkaitan dengan materi yang diajarkan.
b. Dalam pembelajaran berbicara media yang dapat digunakan yaitu: kartu kata, gambar.
Kartu kata, guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi kata-kata ungkapan kemudian siswa disuruh membuat kalimat menggunakan kata ungkapan yang diperoleh dari kartu yang diambil.
Gambar, siswa dapat menceritakan isi gambar yang dipasang di depan kelas secara sistematis sehingga menjadi satu cerita yang utuh.
c. Dalam pembelajaran membaca media yang dapat digunakan yaitu wacana.
Sebuah wacana dipotong menjadi penggalan-penggalan, yang kemudian paragrafnya diacak. Setelah itu siswa disuruh menyusun kembali menjadi wacana utuh yang kemudian siswa membaca wacana tersebut sesuai dengan butir pembelajaran yang diajarkan.
d. Dalam pembelajaran menulis media yang dapat digunakan yaitu: gambar, benda, kartu
Gambar, guru memperlihatkan gambar seri, siswa ditugasi menceritakan rangkaian gambar tersebut secara tertulis.
Benda, sebuah benda nyata yang ada di dalam kelas dapat dijadikan bahan oleh siswa untuk menulis sebuah cerita.
Kartu, yang bisa berisi gambar atau simbol-simbol dapat diberikan pada siswa dan siswa dapat menjelaskannya secara tertulis.
e.Dalam pembelajaran apresiasi sastra media yang dapat digunakan yaitu: kaset, gambar.
Kaset yang berisi rekaman drama yang terkonsep dalam slide powerpoint, atau pembacaan puisi dan cerpen dapat diperdengarkan kepada siswa
Gambar/wallpaper yang terkonsep dalam slide powerpoint, sehingga siswa diharapkan dapat membuat puisi dari tayangan gambar yang dilihat dan diamatinya.
Video pembacaan puisi juga bisa diperdengarkan kepada siswa, sehingga siswa diharapkan mampu mengapresiasi puisi yang di putar.

Dari uraian mengenai media di atas dapat disimpulkan, bahwa media merupakan alat penyalur pesan yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan media perlu memperhatikan pedoman penggunaan media dengan tujuan agar penggunaan media efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan materi pembelajaran, seperti melakukan kombinasi penggunaan media, sejalan dengan tujuan, kesesusaian materi, interaksi yang diharapkan, kesiapan peserta didik dan partisipasi yang diharapkan dari peserta didik dalam memanfaatkan media pembelajaran. Untuk itu pemanfaatan media berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sangatlah efektif dan relevan digunakan di dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia baik di tingkat pertama maupun lanjutan.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. (2007). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Nana Sudjana, Ahmad Rivai. (2005). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algendindo.
Sadiman, Arief S., R. Rahardjo, Anung Haryono, Rahardjito. 1990. Media
Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: CV Rajawali.
Peningkatan-keterampilan-menulis-pengalaman-pribadi-melalui-teknik-modeling-dengan-pendekatan-kontekstual-pada-siswa-kelas-viid-smp-negeri-38-semarang-tahun-ajaran-20042005.pdf.doc.htm (http://www.blogohblog.com)
http://Layanan Gratis di Internet sebagai Media Belajar Mengajar (E-Learning) dari Achmatim.Net.html
PemanfaatandanPengembanganMedia(http://www.suksesbersamasukarto.blogspot.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Share Article